Selasa, 09 Desember 2014

Pengembangan Layanan dan Sarana Prasarana Taman Baca Amin Sebagai Pusat Sumber Belajar

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sumber belajar yang baik adalah sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh semua orang tak terkecuali oleh masyarakat luas. Masyarakat selalu beranggapan bahwa belajar hanya untuk siswa dan kaum intelektual saja, sedangkan mereka tidak perlu lagi belajar. Kondisi Taman Baca Masyarakat (TBM) yang selama ini ada masih mengalami berbagai kendala untuk benar-benar menjadi sumber belajar sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat. Secara umum, kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai, jumlah dan jenis bahan bacaan yang kurang bervariasi, profesionalisme pengelola, kurangnya aktivitas pendukung, kurangnya mutu layanan dan keterbatasan jaringan kerja kemitraan di TBM selama ini masih diperbaiki dan ditingkatkan. Selain itu, masih ada masalah lain yang dihadapi Taman Bacaan Masyarakat adalah
rendahnya minat baca masyarakat.
Banyaknya sumber belajar perlu dilestarikan serta dikelola karena berperan dalam proses belajar seseorang untuk itu diperlukan upaya dalam meningkatkan pelayanan TBM sebagai sumber belajar.  Selain itu, dengan kegiatan Taman Baca Amin diharapkan pula dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan memperluas wawasan bagi mereka yang telah melek aksara, serta bagi mereka yang putus sekolah atau tamat sekolah tetapi tidak melanjutkan sebagai bekal untuk mengembangkan diri, bekerja atau berusaha secara mandiri dalam setiap aktivitas mereka dalam kehidupan di masyarakat.
Oleh karena itu dipilihlah Taman Baca “Amin” Kota Batu  yang berada di Jalan Sultan Agung 02 Batu. Dipilih lokasi ini karena pihak pengelola selalu berupaya menambah pelayanan supaya dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui lebih jelas mengenai pemanfaatan taman bacaan masyarakat oleh masyarakat di Kota Batu dan sekitarnya serta untuk mengetahui lebih jelas hambatan yang dialami oleh pengelola Taman Bacaan Amin di Kota Batu.


1.2 Tujuan
1.       Mengetahui identitas taman baca Amin Kota Batu?
2.       Mengetahui diskripsi fisik taman baca Amin Kota Batu?
3.       Mengetahui deskripsi aktivitas taman baca Amin Kota Batu?
4.       Mengetahui kelemahan dan kelebihan taman baca Amin Kota Batu?
5.       Mengetahui prosedur pengembangan layanan dan sarana prasarana taman baca Amin Kota Batu?


BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Identitas Pusat Sumber Belajar
Nama              : Taman Baca Amin
Jenis                : Taman Baca
Kepemilikan   : Jatim Park Group
Alamat                        : Jalan Sultan Agung No.02 Kota Batu
Jam palayanan: Taman baca pukul 14.00-21.00
                          Poligigi hari jumat, minggu pukul 11.00-16.00
Latar belakang pendidikan Petugas Perpustakaan :
S1 Sastra Inggis, S1 Akutansi, SMA
a.   Sejarah
Taman baca Amin berasal dari nama sesepuh di Jatim Park, yang juga berarti amin untuk doanya dalam kebaikan, dinamakan amin karena setiap berdoa seseorang selalu mengatakan kata “amin”. Taman baca ini adalah salah satu aksi Jatim Park Grup setelah poli gigi gratis pada masyarakat yang tidak mampu. Amin merupakan fasilitas gratis yang berupa poliklinik dan taman baca yang terletak dipintu masuk kawasan wisata Jatim Park 1 di Kota Batu Jawa Timur. Fasilitas tersebut dirancang oleh konsultan arsitektur bernama Dpavilion, dan terdiri atas tiga lantai. Kontainer mencerminkan arsitektur fasilitas tersebut akan dominasi susunan kontainer bekas pada lantai dua dan lantai tiga yang berupa taman baca. Penggunaan kontainer bekas sebagai arsitektural pada fasilitas ini memiliki arti bahwa masyarakat kelas bawah masih memiliki hak untuk fasilitas hiburan berupa sarana pendidikan diera industrialisasi, yang disimbolkan oleh kontainer sebagai sarana untuk distribusi hasil kontainer. Susunan kontainer yang berfungsi sebagai taman baca pada fasilitas ini memang menarik, dan menggunakan warna yang berbeda disetiap kontainer untuk menunjukkan identitas setiap ruang. Arsitektur yang menarik ini mampu menjadi perhatian serta mengundang masyarakat untuk datang dan menggunakan fasilitas taman bacaan tersebut dengan tujuan agar meningkatkan minat baca dan memberi manfaat positif bagi masyarakat.
Gedung ini terdiri dari 21 gerbong truk kontainer tepatnya 4 ruangan, 6 gerbong kontainer merah, 4 gerbong kontainer kuning, 8 gerbong kontainer biru dan 3 gerbong kontainer hijau. Gedung ini terdiri dari tiga lantai, lantai pertama ruangan untuk poli gigi, lantai kedua berisi lobi, ruang santai, ruang anak dan recepsionist, lantai tiga terdiri dari ruang baca, dan ruang diskusi. Taman baca Amin berdiri sejak 6 tahun lalu. Tepatnya diresmikan oleh Walikota Batu pada 30 November 2008. Terdapat prasasti peresmiannya di lantai satu. Selain prasasti, di lantai dasar juga terdapat dua ruang dokter gigi dan satu ruang dokter umum.
b.   Visi dan Misi
Taman baca Amin mempunyai visi dan misi yaitu meningkatkan minat baca masyarakat batu dan sekitarnya sebagai tempat yang nyaman untuk belajar. Selain itu taman baca Amin sebagai pendidikan luar sekolah, pendidikan sepanjang hayat, pusat sumber belajar, dan sarana rekresi. Taman baca Amin agen budaya baca dimasyarakat sekitar.
2.2  Deskripsi Fisik
a.   Lokasi
Taman baca Amin berada ditempat yang strategis yaitu dilalui oleh jalur berbagai transportasi umum, dekat sekolah, dan berbagai tempat wisata, misalnya Jatim Park dan Museum Angkut yang berada dipusat kota yaitu Jalan Sultan Agung No. 02 Batu Jawa Timur.
b.   Fasilitas
Taman Baca Amin mempunyai fasilitas yang cukup lengkap mulai dari fasilitas untuk anak-anak, para siswa sampai orang dewasa yaitu ruang baca, bahan pustaka (koleksi), tempat lesehan,  free wifi, musik, fotokopi, ruang anak-anak, toilet, dan kantin. Fasilitaas gratis tersebut terdiri atas tiga lantai, lantai pertama adalah poliklinik umum dan gigi, taman baca terdapat pada lantai kedua dan ketiga. Bacaan anak terdapat pada lantai kedua sedangkan lantai ketiga untuk bacaan pendidikan lanjut, bacaan khusus wanita, bacaan umum, dan dewasa.
c.   Koleksi
Koleksi taman baca Amin mencangkup subjek umum berupa buku, yaitu: cerita anak, keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri yaitu majalah, koran, bahan pustaka referensi berupa hand book, ensiklopedia, dan kamus. Perbandingan koleksi taman baca Amin antara fiksi dan nonfiksi yaitu 60:40. Total koleksi bahan pustaka ± 10000 eksemplar yang terdiri dari bahan cetak. Taman baca ini terdapat kontainer yang didalamnya terdapat jenis koleksi yang berbeda, diantaranya sebagai berikut:
·     Kontainer biru
Koleksi Kontainer biru berisi pengetahuan umum, kesehatan, filsafat, horoskop, manajemen, politik, psikologi, agama, kebudayaan, teknologi lingkungan.

·     Kontainer kuning
Koleksi kontainer kuning berisi resep aneka masakan dan minuman, resep aneka kue, buku penunjang gizi balita.
·     Kontainer merah
Koleksi kontainer merah berisi kamus, komputer, ensiklopedi, ilmu alam, psikologi, ilmu sosial, bahasa, sejarah, dan kesusastraan.
·     Ruang baca anak
Ruang baca anak berisi buku cerita, donggeng, buku penunjang pelajaran, komik. Kegiatan yang sering diadakan dalam ruang baca anak misalnya menggambar dan story telling
d.   Perabot
Perabot taman baca Amin yaitu kursi, sofa, meja, rak buku, tempat sepatu, tong sampah, AC, kipas angin, charger, pengharum ruangan, papan tulis, lampu, CCTV, spiker, dan telepon. Kualitas perbotnya cukup baik dan nyaman. Perabot dan peralatan yang digunakan untuk pelayanan sebagai berikut:
Lobi
·     Meja petugas
·     CCTV
·     Loker
·     Presensi
·     Kantin
Kontainer biru
·     Kursi 6                                   
·     Sofa 1 seat
·     Meja 2
·     CCTV 2
·     Pengharum ruangan 2
·     AC 4
·     Telepon 1
·     Stop contac 4
·     Wifi
·     Speaker 1
·     Rak buku 8
·     Papan tulis kecil 1
Kontainer kuning
·     AC 1
·     Papan tulis 1
·     Pengharum ruangan 1
·     Speaker 1
·     Kursi dan meja 1 seat
·     Sofa 1 seat
·     Rak 5
·     CCTV 1
Kontainer merah
·     Papan tulis 1
·     Rak 5
·     Sofa 1 seat
·     Meja panjang 1
·     Kursi 6
·     CCTV 1
·     Stop contac 2
·     AC 1
Ruang baca anak
·     Toilet
·     Speaker 2
·     CCTV 1
·     AC 1
·     Pengharum ruangan 1
·     Kursi 12
·     Meja panjang 2
·     Wifi
·     Sofa 1 seat
·     Rak kecil 20
·     Rak sedang 5
2.3    Deskripsi Aktifitas
Taman baca Amin tidak menyediakan layanan peminjaman hanya melayani baca ditempat, siswa sering melakukan diskusi terutama para siswa yang bersekolah disekitar taman baca, salah satunnya SMPN 1 Batu mereka sering berkunjung karena bahan pustakanya yang sesuai dengan kebutuhan mereka,  free wifi, dan tempat yang nyaman untuk diskusi. Kegiatan yang sering dilakukan yaitu lomba mewarnai dan menggambar mulai dari TK sampai SD, strory telling, seminar dihari tertentu, misalnya tema memperingati hari bumi, hari HIV AIDS, keterampilan untuk pengguna misanya merajut, bakti sosial, bimbingan pelajaran bagi siswa terutama ketika akan ujian, dan lain-lain yang dilakukan oleh para relawan. Kegiatan ini biasnya dilakukan pada hari jumat dan minggu sesuai dengan agenda perpustakaan dan para relawan. Pendidikan pemakai perpustakaan dilakukan ketika ada rombongan dari sekolah-sekolah. Kerjasama dengan masyarakat yaitu kepada panti asuhan dan lansia berupa kunjungan, pendidikan, dan keterampilan. Aktifitas taman baca ini dipromosikan dimedia brosur yang dibagikan kepada sasaran misalnya disekolah dasar untuk lomba menggambar. Kegiatan ini dilakukan secara gratis dengan cara para relawan mengajukan permohonan kepada taman baca Amin sehingga taman baca Amin menyediakan tempat dan fasilitas yang dimiliki serta bingkisan.
Pengunjung taman baca terdiri dari semua umur, mulai dari umur tiga tahun sampai lansia, namun yang paling banyak dari kalangan peserta didik dan dari luar daerah. Kebanyakan pemustaka berkunjung untuk mengisi waktu luang. Rata-rata pen  gunjung ± 30 orang perhari, pengunjung relatif stabil dan bagi kalangan pendidikan biasnya turun ke angkatan berikutnya, namun akan lebih banyak jika ada kegiatan lain, misalnya kunjungan siswa, pelatihan merajut dan lain-lain.
a.   Pegolahan Bahan Pustaka
Pengadaan taman baca Amin mendapatkan biaya 10 juta perbulan yang berasal dari Jatimpark group dan sumbangan buku perorang. Pengolahan bahan pustaka dimulai dari klasifikasi dan finising berupa labeling, penyampulan, dan cap dari lembaga. Kelas klasifikasi buku berdasarkan subjek dan DDC 100 divisi utama penyeleksian untuk bahan pustaka dari perorangan yang tidak layak di display kemudian disumbangkan ke tempat lain. Penyiangan dilakukan ketika bahan pustaka sudah rusak dan tidak layak digunakan.
b.   Peraturan
·     Jam buka layanan pukul14.00-21.00 WIB
·     Anak-anak dibawah 10 tahun harus didampingi
·     Buku tidak boleh dibawa pulang dan disobek
·     Dilarang membawa makanan dan minuman
·     Dilarang merokok
·     Tas dan jaket harap disimpan dan dititipkan
·     Dilarang membawa hewan peliharaan
·     CCTV 24 jam
c.   Harapan Petugas Perpustakaan
·     Meningkatnya minat baca masyarakat.
·     Taman baca bukan hanya sebagai tempat membaca saja, namun sebagai wahana membagikan ilmu.
·     Taman baca Amin bisa sebagai motivasi agar lebih banyak lagi lembaga yang terinspirasi untuk melakukan pendidikan gratis.
·     Taman banyak perpustakaan Amin peminatnya lebih banyak lagi dengan membuat tempat yang penuh dengan fantasi.
2.4  Keunggulan
Keunggulan yang dimiliki Taman Baca Amin ialah:
a.      Taman baca Amin memiliki banyak kegitan di bidang sosial pendidikan.
b.     Keterbukaan taman baca Amin menyediakan fasiltas bagi relawan yang bersedia melakukan bakti sosial kepada masyarakat.
c.      Sumber pusat belajar ini letaknya strategis dan dekat dengan area pendidikan.
d.     Jam buka pada malam hari cocok untuk masyarakat setelah sekolah dan bekerja.
e.      Taman baca yang unik banyak menarik perhatian bagi masyarakat.
f.      Free wifi, pengunjung dapat menggunakan fasilitas internet gratis.
g.     Stop contac tersedia disetiap kontainer.
h.     Jumlah tempat duduk memadai, sofa, kursi terdapat di kiri-kanan-depan rak buku
i.       Lantai ditiap kontainer tertutup karpet. Pengunjung harus melepas sepatu, sehingga kebersihan terjamin.
j.       Penerangan ditiap kontainer bagus, sehingga pengunjung tetap nyaman membaca saat cuaca mendung ataupun malam hari. Setiap ruang baca menggunakan pencahayaan alami dari jendela disisi kontainer sehingga pengguna mendapat cahaya yang cukup untuk membaca dan menghemat penggunaan lampu.
k.     Taman baca Amin tidak hanya menyajikan bacaan lengkap, tapi juga menawarkan pemandangan yang indah. Suasana yang tenang dengan view nuansa pegunungan membuat membaca semakin nyaman dan menyenangkan.
2.5  Kelemahan
Kelemahan yang dimiliki Taman Baca Amin ialah:
a.    Koleksi tidak dipinjamkan.
b.   Pengklasifikasianya hanya 100 divisi utama sehingga kurangnya kekhususan subjek.
c.    Penataan bahan pustaka kurang rapi dan letak beberapa bahan pustaka tidak teratur.
d.   Tidak ada agenda rutin dalam melakukan kegitan pendidikan misalnya strory telling, bimbingan belajar, pelatihan merajut dan sebagainya.
e.    Bahan pustaknya kurang up to date.
f.    Promosi kegiatan taman baca hanya dilakuan dengan brosur sehingga kurang tersebar.
g.   Pencarian buku manual belum adanya OPAC.
h.   Tidak adanya sarana temu kembali informasi.
i.     Kurangnya media yang bersifat edukatif di ruang anak.
j.     Penataan koleksi kurang rapi.
k.   Tidak adanya koleksi non cetak.


BAB III
PROSEDUR PENGEMBANGAN PUSAT SUMBER BELAJAR
3.1 Tahap Analisis Kebutuhan
Melakukan analisis mengenai adanya perbedaan antara keadaan yang diharapkan dengan keadaan yang terjadi
a.   Informasi yang diperlukan
Kenyataan: Informasi taman baca Amin berupa bahan pustaka cerita anak, keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, dan fiksi.
Keadaan yang seharusnya: Informasi taman baca Amin disesuaikan dengan kebutuhan daerah setempat misalnya pertanian dataran tinggi, wisata, pendidikan (mata pelajaran), keterampilan, budaya, dan anak-anak.
b.   Jenis pengguna memerlukan
Kenyataan: Pengguna taman baca Amin biasanya dari golongan pelajar, anak-anak, masyarakat diluar daerah sebagai mengisi waktu luang.
Keadaan yang seharusnya: Pengguna taman baca Amin semua orang khususnya penduduk asli Batu yang digunakan untuk menunjang kebutuhannya baik untuk pendidikan, penelitian, rekreasi, karir, dan budaya
c.   Keperluan pengguna
Kenyataaan: Pengguna taman baca Amin Sering menggunakannya sebagai tempat berkumpul untuk belajar bersama, sebagai sarana kegiatan sosial pendidikan yang diselenggarakan oleh taman baca Amin, baik oleh petugas maupun para relawan. Sarana pendidikan bagi orang yang membutuhkan, misalnya para lansia dan anak panti asuhan, tetapi kegiatan yang dilakukan masih belum rutin.
Keadaan yang seharusnya: Taman baca Amin sebagai pusat sumber belajar setiap golongan masyarakat, sebagai tempat diskusi berbagai golongan masyarakat, sebagai sarana kegiatan sosial pendidikan yang diselenggarakan taman baca Amin baik oleh petugas maupun para relawan, sarana pendidikan bagi orang yang membutuhkan misalnya para lansia dan anak panti asuhan yang dilaksanakan secara rutin. Sebagai tempat berkumpul berbagai komunitas baik antar pengguna maupun antar taman baca.
d.   Informasi yang tersedia
Kenyataan: Informasi taman baca Amin berupa bahan pustaka cerita anak, keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri yaitu majalah, koran, bahan pustaka refrensi berupa hand book, ensiklopedia, dan kamus. Informasi mengenai keterampilan dan bimbingan belajar.
Keadaan yang seharusnya: Informasi taman baca Amin yang dibutuhkan oleh pengguna misalnya informasi up to date harga jual produk pertanian di daerah tersebut, informasi mengenai daerah setempat, informasi mengenai agenda kota batu, bahan pustaka secara umum dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat baik dalam bentuk terbitan berseri, bahan pustaka referensi, dan buku.
e.   Ketersediaan bahan pustaka dalam bentuk media lain
Kenyataan: Bahan pustaka di taman baca Amin masih berupa cetak
Harapan: Sebaiknya bahan pustaka ditaman baca Amin berupa cetak, noncetak dan digital sehingga pengguna tertarik untuk mengunjungi taman baca Amin.
3.2    Tahap Pengembangan Sarana dan Program
a.   Sarana
·     Sarana promosi Taman Baca Amin berupa web yang berisi agenda kegiatan dan pengetahuan tentang profil Taman Baca Amin, sarana temu kembali informasi dapat berupa automasi perpustakaan secara online, dan perpustakaan digital yang berisi berbagai bahan pustaka yang digitalkan yang dapat diakses secara gratis.
·     Sarana pengembangan pusat sumber belajar untuk anak-anak dengan menyediakan sarana yang bersifat edukatif misalnya puzzle, boneka-boneka sebagi media mendongeng, bahan bacaan anak mulai dari full image dan full color sampai yang tidak bergambar.
·     Sarana untuk membudayakan melek komputer dimasyarakat sekitar dengan cara menyediakan akses internet secara gratis di Taman Baca Amin.
b.   Program
·     Program taman baca Amin untuk anak-anak mengadakan story telling, bimbingan belajar, membuat keterampilan dari implikasi bahan pustaka, dan pendidikan pemakai perpustakaan.
·     Program untuk masyarakat tertentu misalnya ibu-ibu PKK, lansia dan petani mengadakan penyuluhan dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Megadakan literasi informasi sesuai dengan kebutuhan sehingga membudayakan masyarakat untuk membaca.
·     Program kegiatan taman baca Amin untuk pengguna dengan mengadakan program yang bervariasi setiap waktu tertentu agar pengguna penasran dan selalu ingin berkunjung.
3.3 Tahap implementasi
·     Anak-anak
Story telling dilakukan secara rutin bisa untuk masyarkat umum atau bekerjasama dengan lembaga pendidikan, bahan bacaan dan cara mendongeng yang disesuaikan dengan psikologi dan usia anak, misalnya untuk anak yang berusia 4 tahun bahan bacaanya ringan, bukunya full color dan mendongengnya dengan alat perga yang familiar seperti boneka binatang, mengadakan interaksi dengan memberikan pertanyaan yang sederhana misalnya siapa saja tokoh-tokoh yang ada di buku tersebut. Bimbingan belajar dilakukan dengaan kerjasama oleh masyarakat sekitar atau bekerjasama dengan lembaga pendidikan tenaga pengajarnya dapat bekerjasama dengan para relawan. Keterampilan anak-anak bisa disambungkan setelah mengadakan story telling misalnya setelah bercerita tentang binatang maka anak-anak diajak untuk menggambarkan binatang-binatng yang ada di tokoh cerita tersebut. Pendidikan pemakai perpustakaan bagi yang melakukan study library yang berisi informasi tentang jenis-jenis bahan pustaka, manfaat membaca, dan cara mencari bahaan bacaan yang baik.
·     Masyarakat tertentu
Keterampilan untuk para lansia dan ibu PKK biasanya keterampilan berupa merajut, cara mengelola bahan-bahan bekas dengan sumber informasi biasnya dapat bekerjasama dengan lembaga sosial.  Literasi informasi disesuaikan dengan bidangnya yaitu membantu masyarakat dalam mencari informasi untuk menunjang bidangnya dan mengajarkan cara mencari informasi baik secara tercetak maupun non cetak.
·     Program untuk masyarakat umum dipromosikan dapat melalui web atau poster misalnya dihari buku ada pameran buku, di hari ibu banyak pameran untuk kado ibu dan bahan bacaan tentang ibu dan kreatifitas hadiah yang cocok untuk ibu. 
3.4 Tahap Pengelolaan
Kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan, pengembangan, dan pemanfaatan sumber belajar serta upaya untuk terus memperbaiki dan meningkatkan sarana dan program-programnya diantaranya koleksi, fasilitas, pelayanan, dan pemakai.
a.   Koleksi
Koleksi taman baca Amin terdiri dari ± 10000 eksemplar. Secara umum taman baca ini terdiri dari 3 kontainer utama, ruang biru atau kontainer berwarna biru untuk bacaan populer, bacaan umum dan bacaan hiburan, kontainer kuning untuk ruang baca kewanitaan dan kontainer merah untuk bacaan iptek. Untuk meningkatkan sarana koleksi pada taman baca ini seharusnya mencari dana dari spongsor, dan donasi.
·     Klasifikasi
Klasifikasi dalam taman baca ini menggunakan kelas divisi utama sehingga kurang spesifik, ini dapat menyulitkan pengunjung jika ingin mencari koleksi karena ini hanya secara umum saja. Selain itu tidak ada keterangan kepengarangannya. Seharusnya alangkah baiknya jika pengklasifikasian koleksi lebih rinci hingga mencapai bab-bab dalam koleksi yang dibahas sehingga memudahkan pengguna dalam pencarian koleksi.  Temu kembali perpustakaan sebaiknya menggunakan automasi perpustakaan.
·     Penataan koleksi
Penataan koleksi sebagian ada yang berantakan terkadang ada kelas 100 diletakkan dalam rak kelas 600 ini disebabkan karena kurang telitinya petugas atau sumber daya manusia yang belum bisa menata buku berdasarkan klasifikasinya  dan juga pengguna yang meletakkan sembarangan setelah membaca. Untuk mensiasati hal ini perlu disediakan meja khusus atau tempat khusus untuk pengembalian buku setelah dibaca pengunjung disetiap ruangan. Selain itu petugas dapat menggunakan tanda warna-warna dalam keterangan nomor punggung. Contohnya kelas 100 menggunakan warna hijau, kelas 200 warna kuning dan sebagainya. Sehingga dapat memudahkan petugas maupun pengguna dalam pencarian koleksi.
·     Kurang up to date
Koleksi dalam perpustakaan ini ada sebagian yang kurang up to date dapat dibuktikan dari buku word 2003 tahun 2003 padahal koleksi untuk bidang ilmu komputer dikatakan up to date selama lima tahun terahir. Biaya pengadaan taman baca ini memang banyak, seharusnya paling utama digunakan untuk pengadaan koleksi yang up to date karena pengunjung membutuhkan koleksi yang terbaru. Taman Baca Amin dapat melakukan pengadaan melelui sumangan dari perbit dan sponsor sehingga dapat diperoleh koleksi gratis.
·     Koleksi digital
Pengadaan koleksi taman baca Amin tiap bulannya cukup banyak, lebih baik jika terdapat koleksi digital. Koleksi digital dapat memicu peningkatan pengunjung untuk datang lagi ketaman baca ini. Program seperti senayan sesuai dengan taman baca Amin karena software open source dan gratis, jika untuk pembelian koleksi digital keberatan dapat diperoleh dari internet dengan cara mendownload tetapi harus mencantumkan sumber.
·     Peminjaman koleksi
Peminjaman koleksi diadakan sehingga koleksi tidak hanya dibaca ditempat tetapi juga dipinjamkan kepada pengguna, hal ini dilakukan agar pengguna dapat memanfaatkan koleksi dapat juga sebagai sarana promosi taman baca dengan koleksi yang selalu up to date.
b.   Fasilitas
Bahan pustaka (koleksi), tempat lesehan, free wifi, musik, fotokopi ruangan anak-anak, kantin, dan toilet. Untuk fasilitas tempat lesehan sudah bersih dan nyaman. Ruang anak-anak menarik, bersih, dan luas. Fasilitas free wifi, stop contac sudah baik karena memadahi disetiap ruangan. Tetapi untuk fasilitas kantin dan fotokopi bercampur dengan recepsionist sangat menganggu pemandangan, seharusnya adanya pemisahan antara fasilitas ini. Hasil wawancara pengunjung diatas dengan siswa-siswi SMAN 01 Batu mengatakan tidak boleh membawa makanan tetapi tersedia kantin. Kebigunggan siswa-siswi mengenai tersedia kantin tetapi tidak boleh membawa makanan dan minuman diruang baca, tetapi kurang menyediakan tempat untuk makan ataupun minum. Peraturan ini dimungkinkan untuk menjaga kebersihan ruangan dan koleksi. Tetapi  juga memperhatikan kenyamanan pengunjung, menurut kami lebih baik makanan ringan dan minuman saja yang boleh dibawa ditempat baca untuk makanan berat tidak diperkenankan dan disediakan tempat sampah tiap ruangan agar tetap terjaga kebersihannya. 
c.   Pelayanan
Pelayanan taman baca Amin cukup baik dan ramah. Petugas hanya berada diruang recepsionist saja, sehingga jika ada pengguna yang memerlukan bantuan harus turun kelantai 2 (dua). Seharusnya petugas memberi kepuasan kepada pengguna diawal saja tetapi juga dalam pemanfaatan koleksi. Minimal setiap lantai ada petugas sehingga memudahkan bagi pengguna untik berkolultasi pada petugas jika mendapat kesulitan.
d.   Pemakai/pengguna
Layanan yang berfariasi seharusnya pengguna dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang diberikan taman baca Amin secara maksimal, selain itu pengguna harus mentaati peraturan-peraturan yang ada. Hasil wawancara dengan pengunjung ada yang mengatakan jujur jika membawa makanan didalam taman baca, sedangkan peraturannya tidak diperkenankan, ini dapat dilakukan penegasan oleh petugas agar pengguna dapat mematuhi peraturan yang telah ditentukan. 

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Taman baca Amin adalah salah satu pusat sumber belajar yang didominasi oleh kegiatan membaca di kota batu yang merupakan salah satu aksi sosial Jatim Park Grup berbasis pendidikan. Taman baca Amin ruanganya terbuat dari kontainer bekas yang memiliki arti bahwa masyarakat kelas bawah masih memiliki hak untuk fasilitas hiburan berupa sarana pendidikan diera industrialisas. Taman baca Amin mempunyai visi dan misi yaitu meningkatkan minat baca masyarakat batu dan sekitarnya sebagai tempat yang nyaman untuk belajar. Taman baca Amin berada Jalan Sultan Agung No. 02 Batu Jawa Timur. Fasiltas taman baca Amin yaitu tempat lesehan, free wifi, musik, fotokopi, ruang anak-anak, toilet, dan kantin. Ruangan baca anak terdapat pada lantai kedua sedangkan lantai ketiga untuk bacaan pendidikan lanjut, bacaan khusus wanita, bacaan umum, dan dewasa. Koleksi taman baca Amin mencangkup subjek umum berupa buku, yaitu: cerita anak, keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri.
Kegiatan yang sering dilakukan untuk yaitu lomba mewarnai dan menggambar, keterampilan untuk pengguna, dan Pendidikan pemakai perpustakaan. Taman baca Amin menjalin kerjasama dengan masyarakat yaitu kepada panti asuhan dan lansia berupa kunjungan, pendidikan, dan keterampilan. Pengolahan bahan pustaka dimulai dari klasifikasi dan finising berupa labeling, penyampulan, dan cap dari lembaga.
Kelebihan taman baca amin yaitu bangunannya unik karena terbuat dari container, letaknya strategis, dan mempunyai banyak kegiatan sosial. Kelemahan taman baca Amin yaitu tidak adanya peminjaman buku, kegiatan di taman baca tidak memiliki agenda rutin dan pengelolahan perpustakaan yang kurang maksimal.
Melakukan analisis mengenai adanya perbedaan antara keadaan yang diharapkan dengan keadaan yang terjadi. Tahap pengembangan sarana dan program berupa Sarana promosi, kegiatan pusat sumber belajar, dan sarana untuk melek komputer untuk semua kalangan. Tahap implementasi bagi anak-anak, masyarakat tertentu, dan program untuk masyarakat umum. Tahap pengelolaan yaitu kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan, pengembangan, dan pemanfaatan sumber belajar serta upaya untuk terus memperbaiki dan meningkatkan sarana dan program-programnya diantaranya koleksi, fasilitas, pelayanan, dan pemakai.


MAKALAH DAPAT DIUNDUH: DISINI

VIDEO PRESENTASI

7 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, saya akan menanyakan bagaimana promosi yang dilakukan oleh PSB ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. promosi yang dilakukan oleh taman baca amin mulai dari menyebar brosur kepada sekolah sekolah dan membuat acara seperti story teling

      Hapus
  2. Bagaimana pendanaan yang dilakukan oleh PSB ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pendanaan taman baca amin diperoleh dari jatim park grup sebesar 10juta perbulan

      Hapus
  3. makasih infonya Jel :D
    menurut Anda, mengapa koleksi di Taman Baca Amin ini tidak dipinjamkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya koleksi taman baca amin tidak dipinjamkan karena koleksi ditaman baca amin tidak banyak, dan kalo dipinjamkan mungkin takut rusak atau hilang

      Hapus