BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sumber belajar yang baik adalah sumber
belajar yang dapat dimanfaatkan oleh semua orang tak terkecuali oleh masyarakat
luas. Masyarakat selalu beranggapan bahwa belajar hanya untuk siswa dan kaum
intelektual saja, sedangkan mereka tidak perlu lagi belajar. Kondisi Taman Baca
Masyarakat (TBM) yang selama ini ada masih mengalami berbagai kendala untuk
benar-benar menjadi sumber belajar sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat.
Secara umum, kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai, jumlah dan jenis
bahan bacaan yang kurang bervariasi, profesionalisme pengelola, kurangnya
aktivitas pendukung, kurangnya mutu layanan dan keterbatasan jaringan kerja
kemitraan di TBM selama ini masih diperbaiki dan ditingkatkan. Selain itu,
masih ada masalah lain yang dihadapi Taman Bacaan Masyarakat adalah
rendahnya minat baca masyarakat.
rendahnya minat baca masyarakat.
Banyaknya sumber belajar perlu dilestarikan
serta dikelola karena berperan dalam proses belajar seseorang untuk itu
diperlukan upaya dalam meningkatkan pelayanan TBM sebagai sumber belajar. Selain itu, dengan kegiatan Taman Baca Amin diharapkan
pula dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan memperluas
wawasan bagi mereka yang telah melek aksara, serta bagi mereka yang putus
sekolah atau tamat sekolah tetapi tidak melanjutkan sebagai bekal untuk
mengembangkan diri, bekerja atau berusaha secara mandiri dalam setiap aktivitas
mereka dalam kehidupan di masyarakat.
Oleh karena itu dipilihlah Taman Baca “Amin”
Kota Batu yang berada di Jalan Sultan
Agung 02 Batu. Dipilih lokasi ini karena pihak pengelola selalu berupaya
menambah pelayanan supaya dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi
masyarakat sekitar. Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka
tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui lebih jelas mengenai pemanfaatan taman
bacaan masyarakat oleh masyarakat di Kota Batu dan sekitarnya serta untuk
mengetahui lebih jelas hambatan yang dialami oleh pengelola Taman Bacaan Amin
di Kota Batu.
1.2
Tujuan
1. Mengetahui
identitas taman baca Amin Kota Batu?
2. Mengetahui
diskripsi fisik taman baca Amin Kota Batu?
3. Mengetahui
deskripsi aktivitas taman baca Amin Kota Batu?
4. Mengetahui
kelemahan dan kelebihan taman baca Amin Kota Batu?
5. Mengetahui
prosedur pengembangan layanan dan sarana prasarana taman baca Amin Kota Batu?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Identitas Pusat Sumber Belajar
Nama :
Taman Baca Amin
Jenis :
Taman Baca
Kepemilikan : Jatim Park Group
Alamat :
Jalan Sultan Agung No.02 Kota Batu
Jam palayanan: Taman baca pukul
14.00-21.00
Poligigi hari jumat, minggu pukul 11.00-16.00
Latar belakang pendidikan Petugas
Perpustakaan :
S1 Sastra Inggis, S1 Akutansi, SMA
a.
Sejarah
Taman
baca Amin berasal dari nama sesepuh di Jatim Park, yang juga berarti amin untuk
doanya dalam kebaikan, dinamakan amin karena setiap berdoa seseorang selalu
mengatakan kata “amin”. Taman baca ini adalah salah satu aksi Jatim Park Grup
setelah poli gigi gratis pada masyarakat yang tidak mampu. Amin merupakan
fasilitas gratis yang berupa poliklinik dan taman baca yang terletak dipintu
masuk kawasan wisata Jatim Park 1 di Kota Batu Jawa Timur. Fasilitas tersebut
dirancang oleh konsultan arsitektur bernama Dpavilion, dan terdiri atas tiga
lantai. Kontainer mencerminkan arsitektur fasilitas tersebut akan dominasi
susunan kontainer bekas pada lantai dua dan lantai tiga yang berupa taman baca.
Penggunaan kontainer bekas sebagai arsitektural pada fasilitas ini memiliki
arti bahwa masyarakat kelas bawah masih memiliki hak untuk fasilitas hiburan
berupa sarana pendidikan diera industrialisasi, yang disimbolkan oleh kontainer
sebagai sarana untuk distribusi hasil kontainer. Susunan kontainer yang berfungsi
sebagai taman baca pada fasilitas ini memang menarik, dan menggunakan warna
yang berbeda disetiap kontainer untuk menunjukkan identitas setiap ruang.
Arsitektur yang menarik ini mampu menjadi perhatian serta mengundang masyarakat
untuk datang dan menggunakan fasilitas taman bacaan tersebut dengan tujuan agar
meningkatkan minat baca dan memberi manfaat positif bagi masyarakat.
Gedung ini terdiri dari 21 gerbong truk kontainer
tepatnya 4 ruangan, 6 gerbong kontainer merah, 4 gerbong kontainer kuning, 8 gerbong
kontainer biru dan 3 gerbong kontainer hijau. Gedung ini terdiri dari tiga
lantai, lantai pertama ruangan untuk poli gigi, lantai kedua berisi lobi, ruang
santai, ruang anak dan recepsionist, lantai tiga terdiri dari ruang baca, dan
ruang diskusi. Taman baca Amin berdiri sejak 6 tahun lalu. Tepatnya diresmikan
oleh Walikota Batu pada 30 November 2008. Terdapat prasasti peresmiannya di
lantai satu. Selain prasasti, di lantai dasar juga terdapat dua ruang dokter
gigi dan satu ruang dokter umum.
b.
Visi
dan Misi
Taman
baca Amin mempunyai visi dan misi yaitu meningkatkan minat baca masyarakat batu
dan sekitarnya sebagai tempat yang nyaman untuk belajar. Selain itu taman baca
Amin sebagai pendidikan luar sekolah, pendidikan sepanjang hayat, pusat sumber
belajar, dan sarana rekresi. Taman baca Amin agen budaya baca dimasyarakat
sekitar.
2.2 Deskripsi Fisik
a. Lokasi
Taman
baca Amin berada ditempat yang strategis yaitu dilalui oleh jalur berbagai
transportasi umum, dekat sekolah, dan berbagai tempat wisata, misalnya Jatim
Park dan Museum Angkut yang berada dipusat kota yaitu Jalan Sultan Agung No. 02
Batu Jawa Timur.
b. Fasilitas
Taman Baca Amin
mempunyai fasilitas yang cukup lengkap mulai dari fasilitas untuk anak-anak,
para siswa sampai orang dewasa yaitu ruang baca, bahan pustaka (koleksi),
tempat lesehan, free wifi, musik, fotokopi, ruang anak-anak, toilet, dan kantin. Fasilitaas
gratis tersebut terdiri atas tiga lantai, lantai pertama adalah poliklinik umum
dan gigi, taman baca terdapat pada lantai kedua dan ketiga. Bacaan anak
terdapat pada lantai kedua sedangkan lantai ketiga untuk bacaan pendidikan
lanjut, bacaan khusus wanita, bacaan umum, dan dewasa.
c. Koleksi
Koleksi
taman baca Amin mencangkup subjek umum berupa buku, yaitu: cerita anak,
keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri
yaitu majalah, koran, bahan pustaka referensi berupa hand book, ensiklopedia, dan kamus. Perbandingan koleksi taman baca
Amin antara fiksi dan nonfiksi yaitu 60:40. Total koleksi bahan pustaka ± 10000
eksemplar yang terdiri dari bahan cetak. Taman baca ini terdapat kontainer yang
didalamnya terdapat jenis koleksi yang berbeda, diantaranya sebagai berikut:
· Kontainer
biru
Koleksi
Kontainer biru berisi pengetahuan umum, kesehatan, filsafat, horoskop, manajemen,
politik, psikologi, agama, kebudayaan, teknologi lingkungan.
· Kontainer
kuning
Koleksi
kontainer kuning berisi resep aneka masakan dan minuman, resep aneka kue, buku
penunjang gizi balita.
· Kontainer
merah
Koleksi
kontainer merah berisi kamus, komputer, ensiklopedi, ilmu alam, psikologi, ilmu
sosial, bahasa, sejarah, dan kesusastraan.
· Ruang
baca anak
Ruang
baca anak berisi buku cerita, donggeng, buku penunjang pelajaran, komik. Kegiatan
yang sering diadakan dalam ruang baca anak misalnya menggambar dan story telling.
d. Perabot
Perabot taman baca Amin yaitu kursi, sofa, meja, rak
buku, tempat sepatu, tong sampah, AC, kipas angin, charger, pengharum ruangan, papan tulis, lampu, CCTV, spiker, dan
telepon. Kualitas perbotnya cukup baik dan nyaman. Perabot dan peralatan yang
digunakan untuk pelayanan sebagai berikut:
Lobi
· Meja
petugas
· CCTV
· Loker
· Presensi
· Kantin
Kontainer
biru
· Kursi
6
· Sofa
1 seat
· Meja
2
· CCTV
2
· Pengharum
ruangan 2
· AC
4
· Telepon
1
· Stop
contac 4
· Wifi
· Speaker
1
· Rak
buku 8
· Papan
tulis kecil 1
Kontainer
kuning
· AC
1
· Papan
tulis 1
· Pengharum
ruangan 1
· Speaker
1
· Kursi
dan meja 1 seat
· Sofa
1 seat
· Rak
5
· CCTV
1
Kontainer
merah
· Papan
tulis 1
· Rak
5
· Sofa
1 seat
· Meja
panjang 1
· Kursi
6
· CCTV
1
· Stop
contac 2
· AC
1
Ruang
baca anak
· Toilet
· Speaker
2
· CCTV
1
· AC
1
· Pengharum
ruangan 1
· Kursi
12
· Meja
panjang 2
· Wifi
· Sofa
1 seat
· Rak
kecil 20
· Rak
sedang 5
2.3
Deskripsi
Aktifitas
Taman baca Amin tidak
menyediakan layanan peminjaman hanya melayani baca ditempat, siswa sering
melakukan diskusi terutama para siswa yang bersekolah disekitar taman baca,
salah satunnya SMPN 1 Batu mereka sering berkunjung karena bahan pustakanya
yang sesuai dengan kebutuhan mereka, free wifi, dan tempat yang nyaman untuk
diskusi. Kegiatan yang sering dilakukan yaitu lomba mewarnai dan menggambar mulai
dari TK sampai SD, strory telling,
seminar dihari tertentu, misalnya tema memperingati hari bumi, hari HIV AIDS,
keterampilan untuk pengguna misanya merajut, bakti sosial, bimbingan pelajaran
bagi siswa terutama ketika akan ujian, dan lain-lain yang dilakukan oleh para
relawan. Kegiatan ini biasnya dilakukan pada hari jumat dan minggu sesuai
dengan agenda perpustakaan dan para relawan. Pendidikan pemakai perpustakaan
dilakukan ketika ada rombongan dari sekolah-sekolah. Kerjasama dengan
masyarakat yaitu kepada panti asuhan dan lansia berupa kunjungan, pendidikan,
dan keterampilan. Aktifitas taman baca ini dipromosikan dimedia brosur yang
dibagikan kepada sasaran misalnya disekolah dasar untuk lomba menggambar. Kegiatan
ini dilakukan secara gratis dengan cara para relawan mengajukan permohonan
kepada taman baca Amin sehingga taman baca Amin menyediakan tempat dan
fasilitas yang dimiliki serta bingkisan.
Pengunjung taman baca
terdiri dari semua umur, mulai dari umur tiga tahun sampai lansia, namun yang
paling banyak dari kalangan peserta didik dan dari luar daerah. Kebanyakan
pemustaka berkunjung untuk mengisi waktu luang. Rata-rata pen gunjung ± 30 orang perhari, pengunjung
relatif stabil dan bagi kalangan pendidikan biasnya turun ke angkatan
berikutnya, namun akan lebih banyak jika ada kegiatan lain, misalnya kunjungan
siswa, pelatihan merajut dan lain-lain.
a. Pegolahan
Bahan Pustaka
Pengadaan
taman baca Amin mendapatkan biaya 10 juta perbulan yang berasal dari Jatimpark
group dan sumbangan buku perorang. Pengolahan bahan pustaka dimulai dari
klasifikasi dan finising berupa labeling, penyampulan, dan cap dari
lembaga. Kelas klasifikasi buku berdasarkan subjek dan DDC 100 divisi utama
penyeleksian untuk bahan pustaka dari perorangan yang tidak layak di display kemudian disumbangkan ke tempat
lain. Penyiangan dilakukan ketika bahan pustaka sudah rusak dan tidak layak
digunakan.
b. Peraturan
· Jam
buka layanan pukul14.00-21.00 WIB
· Anak-anak
dibawah 10 tahun harus didampingi
· Buku
tidak boleh dibawa pulang dan disobek
· Dilarang
membawa makanan dan minuman
· Dilarang
merokok
· Tas
dan jaket harap disimpan dan dititipkan
· Dilarang
membawa hewan peliharaan
· CCTV
24 jam
c. Harapan Petugas Perpustakaan
· Meningkatnya
minat baca masyarakat.
· Taman
baca bukan hanya sebagai tempat membaca saja, namun sebagai wahana membagikan
ilmu.
· Taman
baca Amin bisa sebagai motivasi agar lebih banyak lagi lembaga yang terinspirasi
untuk melakukan pendidikan gratis.
· Taman
banyak perpustakaan Amin peminatnya lebih banyak lagi dengan membuat tempat
yang penuh dengan fantasi.
2.4 Keunggulan
Keunggulan yang dimiliki Taman Baca
Amin ialah:
a.
Taman baca Amin memiliki banyak kegitan
di bidang sosial pendidikan.
b.
Keterbukaan taman baca Amin menyediakan
fasiltas bagi relawan yang bersedia melakukan bakti sosial kepada masyarakat.
c.
Sumber pusat belajar ini letaknya
strategis dan dekat dengan area pendidikan.
d.
Jam buka pada malam hari cocok untuk
masyarakat setelah sekolah dan bekerja.
e.
Taman baca yang unik banyak menarik
perhatian bagi masyarakat.
f.
Free wifi, pengunjung dapat menggunakan
fasilitas internet gratis.
g.
Stop contac tersedia disetiap kontainer.
h.
Jumlah tempat duduk memadai, sofa, kursi
terdapat di kiri-kanan-depan rak buku
i.
Lantai ditiap kontainer tertutup karpet.
Pengunjung harus melepas sepatu, sehingga kebersihan terjamin.
j.
Penerangan ditiap kontainer bagus,
sehingga pengunjung tetap nyaman membaca saat cuaca mendung ataupun malam hari.
Setiap ruang baca menggunakan pencahayaan alami dari jendela disisi kontainer
sehingga pengguna mendapat cahaya yang cukup untuk membaca dan menghemat
penggunaan lampu.
k.
Taman baca Amin tidak hanya menyajikan
bacaan lengkap, tapi juga menawarkan pemandangan yang indah. Suasana yang
tenang dengan view nuansa pegunungan membuat membaca semakin nyaman dan
menyenangkan.
2.5 Kelemahan
Kelemahan yang dimiliki Taman Baca
Amin ialah:
a. Koleksi
tidak dipinjamkan.
b. Pengklasifikasianya
hanya 100 divisi utama sehingga kurangnya kekhususan subjek.
c. Penataan
bahan pustaka kurang rapi dan letak beberapa bahan pustaka tidak teratur.
d. Tidak
ada agenda rutin dalam melakukan kegitan pendidikan misalnya strory telling,
bimbingan belajar, pelatihan merajut dan sebagainya.
e. Bahan
pustaknya kurang up to date.
f. Promosi
kegiatan taman baca hanya dilakuan dengan brosur sehingga kurang tersebar.
g. Pencarian
buku manual belum adanya OPAC.
h. Tidak
adanya sarana temu kembali informasi.
i. Kurangnya
media yang bersifat edukatif di ruang anak.
j. Penataan
koleksi kurang rapi.
k. Tidak
adanya koleksi non cetak.
BAB
III
PROSEDUR
PENGEMBANGAN PUSAT SUMBER BELAJAR
3.1
Tahap Analisis Kebutuhan
Melakukan analisis mengenai adanya perbedaan antara keadaan yang diharapkan
dengan keadaan yang terjadi
a. Informasi
yang diperlukan
Kenyataan:
Informasi taman baca Amin berupa bahan pustaka cerita anak, keterampilan,
resep, pelajaran, kesehatan, dan fiksi.
Keadaan
yang seharusnya: Informasi taman baca Amin disesuaikan dengan kebutuhan daerah
setempat misalnya pertanian dataran tinggi, wisata, pendidikan (mata
pelajaran), keterampilan, budaya, dan anak-anak.
b. Jenis
pengguna memerlukan
Kenyataan:
Pengguna taman baca Amin biasanya dari golongan pelajar, anak-anak, masyarakat
diluar daerah sebagai mengisi waktu luang.
Keadaan
yang seharusnya: Pengguna taman baca Amin semua orang khususnya penduduk asli Batu
yang digunakan untuk menunjang kebutuhannya baik untuk pendidikan, penelitian,
rekreasi, karir, dan budaya
c. Keperluan
pengguna
Kenyataaan:
Pengguna taman baca Amin Sering menggunakannya sebagai tempat berkumpul untuk
belajar bersama, sebagai sarana kegiatan sosial pendidikan yang diselenggarakan
oleh taman baca Amin, baik oleh petugas maupun para relawan. Sarana pendidikan
bagi orang yang membutuhkan, misalnya para lansia dan anak panti asuhan, tetapi
kegiatan yang dilakukan masih belum rutin.
Keadaan
yang seharusnya: Taman baca Amin sebagai pusat sumber belajar setiap golongan
masyarakat, sebagai tempat diskusi berbagai golongan masyarakat, sebagai sarana
kegiatan sosial pendidikan yang diselenggarakan taman baca Amin baik oleh
petugas maupun para relawan, sarana pendidikan bagi orang yang membutuhkan
misalnya para lansia dan anak panti asuhan yang dilaksanakan secara rutin.
Sebagai tempat berkumpul berbagai komunitas baik antar pengguna maupun antar
taman baca.
d. Informasi
yang tersedia
Kenyataan:
Informasi taman baca Amin berupa bahan pustaka cerita anak, keterampilan,
resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri yaitu majalah,
koran, bahan pustaka refrensi berupa hand
book, ensiklopedia, dan kamus. Informasi mengenai keterampilan dan
bimbingan belajar.
Keadaan
yang seharusnya: Informasi taman baca Amin yang dibutuhkan oleh pengguna
misalnya informasi up to date harga
jual produk pertanian di daerah tersebut, informasi mengenai daerah setempat,
informasi mengenai agenda kota batu, bahan pustaka secara umum dan disesuaikan
dengan kebutuhan masyarakat baik dalam bentuk terbitan berseri, bahan pustaka
referensi, dan buku.
e. Ketersediaan
bahan pustaka dalam bentuk media lain
Kenyataan:
Bahan pustaka di taman baca Amin masih berupa cetak
Harapan:
Sebaiknya bahan pustaka ditaman baca Amin berupa cetak, noncetak dan digital
sehingga pengguna tertarik untuk mengunjungi taman baca Amin.
3.2
Tahap
Pengembangan Sarana dan Program
a. Sarana
· Sarana
promosi Taman Baca Amin berupa web yang berisi agenda kegiatan dan pengetahuan
tentang profil Taman Baca Amin, sarana temu kembali informasi dapat berupa
automasi perpustakaan secara online, dan perpustakaan digital yang berisi
berbagai bahan pustaka yang digitalkan yang dapat diakses secara gratis.
· Sarana
pengembangan pusat sumber belajar untuk anak-anak dengan menyediakan sarana
yang bersifat edukatif misalnya puzzle,
boneka-boneka sebagi media mendongeng, bahan bacaan anak mulai dari full image dan full color sampai yang tidak bergambar.
· Sarana
untuk membudayakan melek komputer dimasyarakat sekitar dengan cara menyediakan
akses internet secara gratis di Taman Baca Amin.
b. Program
· Program
taman baca Amin untuk anak-anak mengadakan story
telling, bimbingan belajar, membuat keterampilan dari implikasi bahan
pustaka, dan pendidikan pemakai perpustakaan.
· Program
untuk masyarakat tertentu misalnya ibu-ibu PKK, lansia dan petani mengadakan
penyuluhan dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Megadakan literasi informasi sesuai dengan kebutuhan sehingga membudayakan
masyarakat untuk membaca.
· Program
kegiatan taman baca Amin untuk pengguna dengan mengadakan program yang bervariasi
setiap waktu tertentu agar pengguna penasran dan selalu ingin berkunjung.
3.3
Tahap implementasi
· Anak-anak
Story telling dilakukan secara
rutin bisa untuk masyarkat umum atau bekerjasama dengan lembaga pendidikan,
bahan bacaan dan cara mendongeng yang disesuaikan dengan psikologi dan usia
anak, misalnya untuk anak yang berusia 4 tahun bahan bacaanya ringan, bukunya full color dan mendongengnya dengan alat
perga yang familiar seperti boneka binatang, mengadakan interaksi dengan
memberikan pertanyaan yang sederhana misalnya siapa saja tokoh-tokoh yang ada
di buku tersebut. Bimbingan belajar dilakukan dengaan kerjasama oleh masyarakat
sekitar atau bekerjasama dengan lembaga pendidikan tenaga pengajarnya dapat
bekerjasama dengan para relawan. Keterampilan anak-anak bisa disambungkan
setelah mengadakan story telling misalnya setelah bercerita tentang binatang
maka anak-anak diajak untuk menggambarkan binatang-binatng yang ada di tokoh
cerita tersebut. Pendidikan pemakai perpustakaan bagi yang melakukan study
library yang berisi informasi tentang jenis-jenis bahan pustaka, manfaat
membaca, dan cara mencari bahaan bacaan yang baik.
· Masyarakat
tertentu
Keterampilan
untuk para lansia dan ibu PKK biasanya keterampilan berupa merajut, cara
mengelola bahan-bahan bekas dengan sumber informasi biasnya dapat bekerjasama
dengan lembaga sosial. Literasi
informasi disesuaikan dengan bidangnya yaitu membantu masyarakat dalam mencari
informasi untuk menunjang bidangnya dan mengajarkan cara mencari informasi baik
secara tercetak maupun non cetak.
· Program
untuk masyarakat umum dipromosikan dapat melalui web atau poster misalnya
dihari buku ada pameran buku, di hari ibu banyak pameran untuk kado ibu dan
bahan bacaan tentang ibu dan kreatifitas hadiah yang cocok untuk ibu.
3.4
Tahap Pengelolaan
Kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan,
pengembangan, dan pemanfaatan sumber belajar serta upaya
untuk terus memperbaiki dan meningkatkan sarana dan program-programnya
diantaranya koleksi, fasilitas, pelayanan, dan pemakai.
a. Koleksi
Koleksi
taman baca Amin terdiri dari ± 10000 eksemplar. Secara umum taman baca ini terdiri dari 3 kontainer utama,
ruang biru atau kontainer berwarna biru untuk bacaan populer, bacaan umum dan
bacaan hiburan, kontainer kuning untuk ruang baca kewanitaan dan kontainer
merah untuk bacaan iptek. Untuk meningkatkan sarana koleksi pada taman baca ini
seharusnya mencari dana dari spongsor, dan donasi.
· Klasifikasi
Klasifikasi
dalam taman baca ini menggunakan kelas divisi utama sehingga kurang spesifik,
ini dapat menyulitkan pengunjung jika ingin mencari koleksi karena ini hanya
secara umum saja. Selain itu tidak ada keterangan kepengarangannya. Seharusnya
alangkah baiknya jika pengklasifikasian koleksi lebih rinci hingga mencapai
bab-bab dalam koleksi yang dibahas sehingga memudahkan pengguna dalam pencarian
koleksi. Temu kembali perpustakaan
sebaiknya menggunakan automasi perpustakaan.
· Penataan
koleksi
Penataan
koleksi sebagian ada yang berantakan terkadang ada kelas 100 diletakkan dalam
rak kelas 600 ini disebabkan karena kurang telitinya petugas atau sumber daya
manusia yang belum bisa menata buku berdasarkan klasifikasinya dan juga pengguna yang meletakkan sembarangan
setelah membaca. Untuk mensiasati hal ini perlu disediakan meja khusus atau tempat
khusus untuk pengembalian buku setelah dibaca pengunjung disetiap ruangan. Selain
itu petugas dapat menggunakan tanda warna-warna dalam keterangan nomor
punggung. Contohnya kelas 100 menggunakan warna hijau, kelas 200 warna kuning
dan sebagainya. Sehingga dapat memudahkan petugas maupun pengguna dalam
pencarian koleksi.
· Kurang
up to date
Koleksi
dalam perpustakaan ini ada sebagian yang kurang up to date dapat dibuktikan
dari buku word 2003 tahun 2003 padahal koleksi untuk bidang ilmu komputer
dikatakan up to date selama lima
tahun terahir. Biaya pengadaan taman baca ini memang banyak, seharusnya paling
utama digunakan untuk pengadaan koleksi yang up to date karena pengunjung membutuhkan koleksi yang terbaru. Taman
Baca Amin dapat melakukan pengadaan melelui sumangan dari perbit dan sponsor
sehingga dapat diperoleh koleksi gratis.
· Koleksi
digital
Pengadaan
koleksi taman baca Amin tiap bulannya cukup banyak, lebih baik jika terdapat
koleksi digital. Koleksi digital dapat memicu peningkatan pengunjung untuk datang
lagi ketaman baca ini. Program seperti senayan sesuai dengan taman baca Amin
karena software open source dan
gratis, jika untuk pembelian koleksi digital keberatan dapat diperoleh dari
internet dengan cara mendownload tetapi harus mencantumkan sumber.
· Peminjaman
koleksi
Peminjaman
koleksi diadakan sehingga koleksi tidak hanya dibaca ditempat tetapi juga
dipinjamkan kepada pengguna, hal ini dilakukan agar pengguna dapat memanfaatkan
koleksi dapat juga sebagai sarana promosi taman baca dengan koleksi yang selalu
up to date.
b. Fasilitas
Bahan
pustaka (koleksi), tempat lesehan, free
wifi, musik, fotokopi ruangan anak-anak, kantin, dan toilet. Untuk
fasilitas tempat lesehan sudah bersih dan nyaman. Ruang anak-anak menarik,
bersih, dan luas. Fasilitas free wifi,
stop contac sudah baik karena memadahi disetiap ruangan. Tetapi untuk
fasilitas kantin dan fotokopi bercampur dengan recepsionist sangat menganggu pemandangan, seharusnya adanya
pemisahan antara fasilitas ini. Hasil wawancara pengunjung diatas dengan
siswa-siswi SMAN 01 Batu mengatakan tidak boleh membawa makanan tetapi tersedia
kantin. Kebigunggan siswa-siswi mengenai tersedia kantin tetapi tidak boleh
membawa makanan dan minuman diruang baca, tetapi kurang menyediakan tempat
untuk makan ataupun minum. Peraturan ini dimungkinkan untuk menjaga kebersihan
ruangan dan koleksi. Tetapi juga
memperhatikan kenyamanan pengunjung, menurut kami lebih baik makanan ringan dan
minuman saja yang boleh dibawa ditempat baca untuk makanan berat tidak
diperkenankan dan disediakan tempat sampah tiap ruangan agar tetap terjaga
kebersihannya.
c. Pelayanan
Pelayanan
taman baca Amin cukup baik dan ramah. Petugas hanya berada diruang recepsionist
saja, sehingga jika ada pengguna yang memerlukan bantuan harus turun kelantai 2
(dua). Seharusnya petugas memberi kepuasan kepada pengguna diawal saja tetapi
juga dalam pemanfaatan koleksi. Minimal setiap lantai ada petugas sehingga
memudahkan bagi pengguna untik berkolultasi pada petugas jika mendapat
kesulitan.
d. Pemakai/pengguna
Layanan
yang berfariasi seharusnya pengguna dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang diberikan
taman baca Amin secara maksimal, selain itu pengguna harus mentaati
peraturan-peraturan yang ada. Hasil wawancara dengan pengunjung ada yang
mengatakan jujur jika membawa makanan didalam taman baca, sedangkan
peraturannya tidak diperkenankan, ini dapat dilakukan penegasan oleh petugas
agar pengguna dapat mematuhi peraturan yang telah ditentukan.
BAB
IV
PENUTUP
4.1
KESIMPULAN
Taman baca Amin adalah
salah satu pusat sumber belajar yang didominasi oleh kegiatan membaca di kota
batu yang merupakan salah satu aksi sosial Jatim Park Grup berbasis pendidikan.
Taman baca Amin ruanganya terbuat dari kontainer bekas yang memiliki arti bahwa
masyarakat kelas bawah masih memiliki hak untuk fasilitas hiburan berupa sarana
pendidikan diera industrialisas. Taman baca Amin mempunyai visi dan misi yaitu
meningkatkan minat baca masyarakat batu dan sekitarnya sebagai tempat yang
nyaman untuk belajar. Taman baca Amin berada Jalan Sultan Agung No. 02 Batu
Jawa Timur. Fasiltas taman baca Amin yaitu tempat lesehan, free wifi, musik, fotokopi, ruang anak-anak, toilet, dan kantin.
Ruangan baca anak terdapat pada lantai kedua sedangkan lantai ketiga untuk
bacaan pendidikan lanjut, bacaan khusus wanita, bacaan umum, dan dewasa. Koleksi
taman baca Amin mencangkup subjek umum berupa buku, yaitu: cerita anak,
keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri.
Kegiatan yang sering
dilakukan untuk yaitu lomba mewarnai dan menggambar, keterampilan untuk
pengguna, dan Pendidikan pemakai perpustakaan. Taman baca Amin menjalin kerjasama
dengan masyarakat yaitu kepada panti asuhan dan lansia berupa kunjungan,
pendidikan, dan keterampilan. Pengolahan bahan pustaka dimulai dari klasifikasi
dan finising berupa labeling, penyampulan, dan cap dari
lembaga.
Kelebihan taman baca
amin yaitu bangunannya unik karena terbuat dari container, letaknya strategis,
dan mempunyai banyak kegiatan sosial. Kelemahan taman baca Amin yaitu tidak
adanya peminjaman buku, kegiatan di taman baca tidak memiliki agenda rutin dan
pengelolahan perpustakaan yang kurang maksimal.
Melakukan
analisis mengenai adanya perbedaan antara keadaan yang diharapkan dengan
keadaan yang terjadi.
Tahap pengembangan sarana dan program berupa Sarana promosi, kegiatan pusat
sumber belajar, dan sarana untuk melek komputer untuk semua kalangan. Tahap
implementasi bagi anak-anak, masyarakat tertentu, dan program untuk masyarakat
umum. Tahap pengelolaan yaitu kegiatan
yang berkaitan dengan pengadaan, pengembangan,
dan pemanfaatan sumber belajar serta upaya untuk terus memperbaiki dan
meningkatkan sarana dan program-programnya diantaranya koleksi, fasilitas, pelayanan, dan pemakai.MAKALAH DAPAT DIUNDUH: DISINI
VIDEO PRESENTASI
Terimakasih atas informasinya, saya akan menanyakan bagaimana promosi yang dilakukan oleh PSB ini ?
BalasHapuspromosi yang dilakukan oleh taman baca amin mulai dari menyebar brosur kepada sekolah sekolah dan membuat acara seperti story teling
HapusBagaimana pendanaan yang dilakukan oleh PSB ini ?
BalasHapuspendanaan taman baca amin diperoleh dari jatim park grup sebesar 10juta perbulan
Hapusmakasih infonya Jel :D
BalasHapusmenurut Anda, mengapa koleksi di Taman Baca Amin ini tidak dipinjamkan?
menurut saya koleksi taman baca amin tidak dipinjamkan karena koleksi ditaman baca amin tidak banyak, dan kalo dipinjamkan mungkin takut rusak atau hilang
Hapusoalah..
Hapusoke makasih ya..