Selasa, 09 Desember 2014

Pengembangan Layanan dan Sarana Prasarana Taman Baca Amin Sebagai Pusat Sumber Belajar

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sumber belajar yang baik adalah sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh semua orang tak terkecuali oleh masyarakat luas. Masyarakat selalu beranggapan bahwa belajar hanya untuk siswa dan kaum intelektual saja, sedangkan mereka tidak perlu lagi belajar. Kondisi Taman Baca Masyarakat (TBM) yang selama ini ada masih mengalami berbagai kendala untuk benar-benar menjadi sumber belajar sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat. Secara umum, kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai, jumlah dan jenis bahan bacaan yang kurang bervariasi, profesionalisme pengelola, kurangnya aktivitas pendukung, kurangnya mutu layanan dan keterbatasan jaringan kerja kemitraan di TBM selama ini masih diperbaiki dan ditingkatkan. Selain itu, masih ada masalah lain yang dihadapi Taman Bacaan Masyarakat adalah

Kamis, 20 November 2014

Kuliah Tamu


MENITI JALAN KEPUSTAKAWANAN
BLASIUS SUDARSONO
Pembelajar pada Kappa Sigma Kappa INDONESIA
Malang, 20 November 2014


Tahapan menjadi pustakawan
       MERANCANG ANGAN
       TERHAMBAT DI AWAL JALAN CITA
       MENGENAL PROFESI PUSTAKAWAN
       MENCARI LEGITIMASI
       MULAI JUGA MENGAJAR
       MENERAPKAN KOMPUTER
       MEMIMPIN LEMBAGA
       MERUMUSKAN DASAR BERPIKIR
       TETAP BELAJAR HINGGA KINI
       SARAN BACAAN
       EPILOG

Senin, 17 November 2014

Taman Baca "Amin" Kota Batu



TAMAN BACA “AMIN” KOTA BATU


Laporan
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Pusat Sumber Belajar
Yang dibina oleh Ibu Kusubakti Andajani



Oleh

Kelompok 5
Deniansyah Wisnu .K
Dimas Andika Putra
Riski Ayu Sejati
Woro Abidah




UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS SASTRA
JURUSAN SASTRA INDONESIA
September 2014



A. Identitas Pusat Sumber Belajar
 
Nama              : Taman Baca Amin
Jenis                : Taman Baca
Kepemilikan   : Jatim Park Group
Alamat: Jalan Sultan Agung Kota Batu
Jam palayanan: Taman baca pukul 14.00-21.00
                          Poligigi hari jumat, minggu pukul 11.00-16.00
Latar belakang pendidikan Petugas Perpustakaan :
S1 Sastra Inggis, S1 Akutansi, SMA


1.     Sejarah
 
Taman baca amin berasal dari nama sesepuh di Jatim Park, yang juga berarti Amin untuk doanya dalam kebaikan, dinamakan amin karena setiap berdoa seseorang selalu mengatakan kata “amin”. Taman baca ini adalah salah satu aksi jatim park grup setelah poli gigi gratis pada masyarakat yang tidak mampu. ‘AMIN’ adalah fasilitas gratis yang berupa poliklinik dan taman bacaan yang terletak di pintu masuk kawasan wisata Jatim Park 1 di Kota Batu Jawa Timur. Fasilitas tersebut dirancang oleh konsultan arsitektur bernama dpavilion, dan terdiri atas tiga lantai. Nama Contertainer mencerminkan arsitektur fasilitas tersebut akan dominasi susunan container bekas pada lantai dua dan lantai tiga yang berupa taman bacaan. Penggunaan container bekas sebagai arsitektural pada fasilitas ini memiliki arti bahwa masyarakat kelas bawah masih memiliki hak untuk fasilitas hiburan berupa sarana pendidikan di era industrialisasi, yang disimbolkan oleh container sebagai sarana untuk distribusi hasil container. Perancangan ini mengambil tema penyelarasan konsep interior terhadap konsep eksterior. Susunan container yang berfungsi sebagai taman bacaan pada fasilitas ini memang menarik, dan menggunakan warna yang berbeda di setiap container untuk menunjukkan identitas tiap ruang. Arsitektur yang menarik ini mampu menjadi perhatian serta mengundang masyarakat untuk datang dan menggunakan fasilitas taman bacaan tersebut dengan tujuan agar meningkatkan minat baca dan memberi manfaat positif bagi masyarakat.
Gedung ini terdiri dari 21 gerbong truk container tepatnya 4 ruangan  6 container merah ruangan, 4 container kuning ruangan, 8 container biru ruangan dan 3 container hijau ruangan. Gedung ini terdiri dari tiga lantai, lantai pertama ruangan untuk poli gigi, lantai kedua berisi ruangan lobi, ruangan santai, ruangan anak dan sirkulasi, lantai tiga terdiri dari  ruang baca, dan ruang diskusi. Perpus Amin ini berdiri sejak 6 tahun lalu. Tepatnya diresmikan oleh Walikota Batu Eddy Rumpoko, pada 30 November 2008. Terdapat prasasti peresmiannya di lantai satu. Selain prasasti, di lantai dasar juga terdapat dua ruang dokter gigi dan satu ruang dokter umum. 


2.     Visi dan Misi

1.     Meningkatkan minat baca masyarakat batu dan sekitarnya.
2.     Sebagai tempat yang nyaman untuk belajar.
  
B.  Deskripsi Fisik  


1.     Lokasi
Taman baca Amin berada di tempat yang strategis dimana tempat tersebut jalur berbagai transportasi umum, dekat sekolah, dan berbagai tempat wisata, misalnya jatim park dan museum angkut, pusat kota yaitu jalan Sultan Agung Batu Jawa timur.
2.   Fasilitas
Taman Baca Amin mempunyai fasilitas yang cukup lengkap mulai dari fasilitas untuk anak-anak, para siswa sampai orang dewasa yaitu ruang baca, bahan pustaka (koleksi), tempat lesehan, free wifi, musik, ruangan anak-anak, dan toilet, kantin. Beberapa fasilitaas gratis tersebut terdiri atas tiga lantai, lantai pertama adalah poliklinik umum dan gigi, taman baca terdapat pada lantai kedua dan ketiga. Untuk bacaan anak terdapat pada lantai kedua sedangkan lantai ketiga untuk bacaan pendidikan lanjut, bacaan khusus wanita,serta bacaan umum dan dewasa.
3.   Koleksi
Koleksi taman baca amin mencangkup subjek umum berupa buku yaitu: cerita anak, keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri yaitu majalah, koran, bahan pustaka refrensi berupa hand book, ensiklopedia, dan kamus. Perbandingan koleksi taman baca amin antara fiksi dan nonfiksi yaitu 60:40. Total koleksi bahan pustaka ± 10000 eksemplar yang terdiri dari bahan cetak.Dalam taman baca ini terdapat beberapa container yang didalamnya terdapat jenis koleksi yang berbeda:
Ø Kontainer biru:
Terdapat koleksi antara lain tentang pengetahuan umum, kesehatan, filsafat, horoskop, manajemen, politik, psikologi, manusia, agama, kebudayaan, teknologi lingkungan.
Ø Kontainer kuning:
Terdapat koleksi resep aneka masakan dan minuman, resep aneka kue, buku penunjang gizi balita.
Ø Kontainer merah:
Terdapat koleksi kamus, computer, ensiklopedi, ilmu alam, psikologi, ilmu social, bahasa, sejarah, kesusastraan,.
Ø Ruang baca anak:
Terdapat koleksi anak-anak, buku cerita, donggeng, buku penunjang pelajaran, komik dan kegiatan menggambar, story telling. 
4.   Perabot
Perabot taman baca amin yaitu kursi,sofa, meja, rak buku, tempat sepatu, tong sampah, AC, kipas angin, charger, pengharum ruangan, papan tulis, lampu, CCTV,  spiker, dan telepon. Kualitas perbotnya cukup baik dan nyaman. Adapun perabot dan peralatan yang digunakan untuk pelayanan sebagai berikut:
Loby:
·     Meja petugas
·     CCTV
·     Loker
·     Presensi
·     Kantin

Kontainer biru:
·     Kursi 6                            
·     Sofa 1 seat
·     Meja 2
·     CCTV 2
·     Pengharum ruangan 2
·     AC 4
·     Telepon 1
·     Stop contac 4
·     Wifi
·     Speaker 1
·     Rak buku 8
·     Papan tulis kecil 1
Kontainer kuning:
·     AC 1
·     Papan tulis 1
·     Pengharum ruangan 1
·     Speaker 1
·     Kursi dan meja 1 seat
·     Sofa 1 seat
·     Rak 5
·     CCTV 1
Kontainer merah:
·     Papan tulis 1
·     Rak 5
·     Sofa 1 seat
·     Meja panjang 1
·     Kursi 6
·     CCTV 1
·     Stop contac 2
·     AC 1
·     Speaker 1
Ruang baca anak:
·     Toilet
·     Speaker 2
·     CCTV 1
·     AC 1
·     Pengharum ruangan 1
·     Kursi 12
·     Meja panjang 2
·     Wifi
·     Sofa 1 seat
·     Rak kecil 20
·     Rak sedang 5

A.  Deskripsi Aktifitas
Taman baca amin tidak menyediakan layanan peminjaman hanya melayani baca ditempat, para siswa sering melakukan diskusi terutama sekolah disekitar taman baca, salah satunnya SMPN 1 Batu karena bahan pustakanya yang sesuai dengan kebutuhan mereka, free wifi, dan tempat yang nyaman untuk diskusi.
Kegiatan yang dilakukan yaitu lomba mewarnaidan menggambar mulai dari TK sampai SD, strory telling, seminar di hari tertentu misalnya tema memperingati hari bumi, hari HIV AIDS, keterampilan untuk pengguna misanya merajut, bakti social,bimbingan pelajaran bagi siswa terutama ketika akan ujian, dan lain-lain yang dilakukan oleh para relawan. Kegiatan ini biasnya dilakukan pada hari jum’at dan minggu sesuai dengan agenda perpustakaan dan para relawan. Pendidikan pemakai perpustakaan dilakukan ketika ada rombongan dari sekolah-sekolah. Kerjasama dengan masyarakat yaitu kepada panti asuhan dan lansia berupa kunjungan, pendidikan, dan keterampilan. Aktifitas taman baca ini dipromosikan di media brosur yang dibagikan kepada sasaran misalnya di sekolah dasar untuk lomba menggambar.Kegiatan ini dilakukan secara geratis dengan cara para relawan mengajukan permohonan kepada taman baca amin dan taman baca amin menyediakan tempat dan fasilitas yang dimiliki serta bingkisan.
            Pengunjung taman baca terdiri dari semua umur,  mulai dari umur tiga tahun sampai lansia namun yang paling banyak dari kalangan peserta didik dan dari luar daerah, kebanyakan pemustaka berkunjung karena mengisi waktu luang. Rata-rata pengunjung ± 30 orang perhari, pengunjung relatif stabil dan bagi kalangan pendidikan biasnya turun ke angkatan berikutnya, namun akan lebih banyak jika ada kegiatan lain, misalnya kunjungan siswa, pelatihan merajut dan lain-lain.


1.       Pegolahan Bahan Pustaka
Pengadaan taman baca Amin mendapatkan biaya 10-30 juta perbulan yang berasal dari Jatimpark group dan sumbangan buku perorang. Pengolahan bahan pustaka dimulai dari klasifikasi dan finising berupa labeling, penyampuln, dan cap dari lebaga. Kelasifikasifikasi buku berdasarkan subjek dan DDC 100 divisi utama.penyeleksian untuk bahan pustaka dari perorangan yang tidak layak di display kemudian disumangkan ke tempat laian. Penyiangan dilakukan ketika bahan pustaka sudah rusak dan tidak layak digunakan.
\
2.     Peraturan
 





 3.   Harapan Petugas perpustakaan
·       Meningkatnya minat baca masyarakat.
·       Taman baca bukan hanya sebagai tempat membaca saja namun sebagai wahana membagikan ilmu.
·       Dengan adanya taman baca lebih banyak lagi lembaga yang terinspirasi untuk melakukan pendidikan geratis.
·       Taman banyak perpustakaan Amin peminatnya lebih banyak lagi dengan membuat tempat yang penuh dengan fantasi.

4. Hasil Wawancara
Pertanyaan                                                                                                                
·       Siapa nama anda?
·       Apa pekerjaan/pendidikan yang anda enyang sekarang?
·       Bagimana pendapat anda tentang taman baca amin?
·       Kapan saja dan pada saat bagimana anda ke taman baca amin?
·       Fasilitas apa yang anda gunakan?
·       Apa harapan anda untuk Taman baca perpustakaan?

Jawaban
Wawancara 1
·       RindaMahasiswa UB
·       Pendapat saya taman baca amin cukup bagus dan unik.
·       Saya sering menghabiskan waktu luang dan tugas saya di taman baca ini.
·       Saya biasanya membaca novel dan bahan referens tugas.
·       Harapan saya koleksinya ditambah.

Wawancara 2
·       Siswa-siswa SMA 1 Batu
·       Pendapat kami taman baca ini cukup bagus, dan nyaman namun tidak boleh membawa makanan.
·       Kegiatan kami mengerjakan tugas bersama terutama tugas kelompok, ini adalah tempat yang cocok untuk kegiatan belajar karena beberapa teman rumahnya jauh.
·       Fasilitas yang digunakan kami yaitu free wifi, buku bacaan, dan stop kontak.
·       Harapan kami bukunya lebih uptodate, lebih banyak, dan boleh makan di taman baca.
Wawancara 3
·     UmiIbu rumah tangga
·     Biasnya umi menunggu suami pulang kerja diisi dengan mengggur dan melamun sekarang kebiasaanya membaca, sehingga waktu saya dihabiskan denganhal yang lebih bermanfaat.
·     Biasanya umi membaca buku anak-anak, majalah, dan buku resep.
·     Pendapat umi taman bacanya bagus, sarana yang baik bagi anak-anak yang ingin belajar, mengasah keterampilan, dan sebagai bahan referensi masyarakat.
·     Harapanya bukunya ditambah, kegiatanya di tinggkatkan, dan penataanya lebih rapih lagi.
B.      Keunggulan

1.     Taman baca amin memiliki banyak kegitan di bidang pendidikan.
2.     Keterbukaan taman baca amin menyediakan faasiltas bagi relawan yang bersedia melakukan bakti social kepada masyarakat.
3.     Sumber pusat belajar ini letaknya strategis dan dekat dengan area pendidikan.
4.     Jam buka pada malam hari cocok untuk masyarakat setelah sekolah dan bekerja.
5.     Taman baca yang unik banyak menarik perhatian bagi masyarakat.
6.     Free wifi, pengunjung dapat menggunakan fasilitas internet gratis.
7.     Stop contac tersedia disetiap kontainer.
8.     Jumlah tempat duduk memadai, sofa, kursi terdapat di kiri-kanan-depan rak buku
9.     Lantai ditiap kontainer tertutup karpet. Pengunjung harus melepas sepatu/sandal,
Sehingga kebersihan terjamin.
10.  Penerangan ditiap kontainer bagus. Jadi, pengunjung tetap nyaman membaca saat cuaca mendung ataupun malam hari
11.  Perpus Amin tidak hanya menyajikan bacaan lengkap, tapi juga menawarkan pemandangan yang indah.
 C.      Kelemahan
1.     Pengklasifikasianya hanya 100 divisi utama sehingga kurangnya kekhususan subjek.
2.     Penataan bahan pustaka kurang rapi dan letak beberapa bahan pustaka tidak teratur.
3.     Tidak adanya agenda rutin dalam melakukan kegitan pendidikan misalnya strory telling.
4.     Bahan pustaknya kurang uptodate.
5.     Promosi kegiatan taman baca hanya dilakuan dengan brosur sehingga kurang tersebar.
6.     Pencarian buku manual belum adanya OPAC.

 D.    Rekomondasi
Taman baca amin  merupakan wahana pendidikan yang unik selain dari desain perpustakaan dari container bekas, taman baca ini mempunyai banyak kegiatan bakti social, petugas proaktif dalam memajukan taman baca dengan cara mencari para relawan untuk berpartisipasi di taman baca, belajar keterampilan untuk mengadakan suatu kegiatan, dan petugas sebaiknya belajar dalam melakuan penataan bahan pustaka dengan baik,terbuka dengan saran dan kritik.
Saran kami Taman baca sebaiknya mempunyai komunitas sehinga mereka dapat berbagi ilmu satu dengan yang lain dan saling bertukar bahan pustaka maupun ide. Promosi taman baca misalnya kegiatan dan bahan pustaka baru. lebih sering galangkan dapat berupa web, poster, brosur dan lain-lain terdaptnya kegiatan rutin sehingga pengguna akan tertarik melakukan kegiatan diasana dan membiasakan masyarakat untuk berkunjung.